Wednesday, 7 October 2015

Pestisida dalam Buah dan Sayur dapat Menurunkan Kualitas Sperma

Pestisida dalam Buah dan Sayur dapat Menurunkan Kualitas Sperma
Pria yang mengonsumsi produk dengan kandungan pestisida yang rendah memiliki 7,8 persen sperma yang berbentuk sempurna.


Bagi wanita yang menginginkan segera memiliki keturunan, faktor terpenting agar segera hamil ialah kualitas sperma yang bagus. Namun, tidak lama ini terdengar berbagai kabar bahwa buah dan sayur dapat mengurangi kualitas sperma. Mengapa demikian ? Buah dan sayur yang telah terkena pestisida dapat berdampak buruk pada kesehatan, yaitu merusak sperma.

Sebuah penelitian mengambil responden pria dengan jumlah sperma yang menurun. Kondisi tersebut ternyata diakibatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran segar dalam jumlah terlalu banyak.

Menanggapai kabar tersebut, Jorge Chavarro, profesor nutrisi sekaligus epidemilogi Harvard University's School of Public Health, mengungkapkan bahwa meskipun pestisida dalam buah dan sayuran mampu menurunkan jumlah sperma, tidak lantas membuat pria berhenti mengonsumsi makanan tersebut. Disarankan agar mengonsumsi buah dan sayur dengan kandungan pestisida yang rendah.

Beberapa jenis makanan yang mengandung pestisida tinggi ialah bayam, merica, stroberi, apel, dan pir. Di sisi lain, manggis, bawang dan kacang-kacangan dinilai sebagai tanaman yang mengandung residu pertisida rendah, sehingga dapat dikonsumsi tanpa mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma.

Pada penelitian lain, para ahli menguji kesuburan pria dengan tiga faktor, yaitu morfolog sperma (bentuk), jumlah sperma (jumlah sel), dan mobilitas sperma (kemampuan berenang). Dari pengujian tersebut, diketahui bahwa pria yang mengonsumsi buah dan sayuran yang berpestisida tinggi, memiliki jumlah sperma hanya sekitar 86 juta per ejakulasi. Berbanding terbalik dengan mereka yang mengonsumsi makanan dengan kadar pestisida rendah, mampu menghasilkan hingga 171 juta sperma.

Selain kuantitas, pestisida juga memengaruhi kualitas sperma. Pria yang mengonsumsi produk dengan kandungan pestisida yang rendah memiliki 7,8 persen sperma yang berbentuk sempurna. Lain lagi dengan pria yang mengonsumsi pestisida dengan kadar tinggi, mereka hanya mampu menghasilkan sperma sebesar 5,7 persen. Walaupun begitu, jumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi pria tidak memengaruhi sperma mereka.

Namun, hasil penelitian tersebut tidak dapat dikatakan benar 100 persen. Beberapa responden yang mengikuti uji coba tersebut ternyata terdiagnosis mengalami penyimpangan sperma (masalah kesuburan). Jadi dapat disimpulkan bahwa efek dari pestisida dalam makanan terhadap sperma tergantung dari faktor pertumbuhan pria itu sendiri.



EmoticonEmoticon